Berapa Banyak Ayam Broiler Berlebih Saat Ini? Kapan Harga Akan Pulih?

Harga ayam turunAnalisis Gejolak Penurunan Harga Ayam Broiler

1. 4-10 Juli 2016: tetasan DOC ternyata realisasinya 70-75%, sebagian HE dijual/CSR (15-20%), sehingga perkiraan sisa DOC berlebih hanya sekitar 10% setara sekitar 5 juta ekor DOC secara nasional (3.25 juta di pulau Jawa), ini menggambarkan kenapa harga ayam broiler yang chick-in lebaran harga panennya tidak mencapai puncak seperti tahun 2015.

2. 11-17 Juli 2016: tetasan DOC 100%, panen ayam awal Agustus sampai pertengahan Agustus 2016 banyak yang panen ayam kecil. Makanya realisasi harga ayam kecil tidak terlalu bagus.

3. 18-24 Juli 2016: tetasan DOC normal lagi. Ayam besarnya panen saat ini. Ayam berlebih terlihat di akhir minggu ini di beberapa PT besar, ada dorongan dari ayam minggu sebelumnya sejak minggu lalu.

Kalau membaca data di atas, sebenarnya kelebihan ayam besar hanya di PT tertentu, dan jumlahnya tidaklah sebesar tahun lalu. Saat ini adalah ujung badai harga ayam broiler dengan titik pusat badai di Jawa Tengah.

Kesimpulan:
1. Demand bulan Besar (setelah bulan Apit) mulai Senin, 29 Agustus 2016 dan awal bulan September 2016 akan ada kenaikan.

2. Peran pemerintah menolong peternak rakyat kecil dalam memimpin menghilangkan panic-selling sangat penting, karena stok berlebih 90% ada di tangan PT besar seperti Pokphand, Sierad, Cibadak, PKP dkk.

3. Beberapa breeding besar turun produksi DOC sejak 5 minggu terakhir, kejadian penyakit ikut menurunkan produksi DOC, sehingga harga DOC tetap mahal. Otomatis panen mulai minggu depan (29 Agustus-3 September 2016) jumlahnya akan menurun.

4. Keseimbangan stok ayam besar akan tercapai di minggu depan mulai 29 Agustus 2016, harga ayam hidup bertahap akan pulih kembali, dengan catatan, panik hilang dan semua PT besar tidak saling perang harga lagi, terutama di Jawa Tengah.

Analisis ini sangat dangkal dan pasti banyak kelemahan. Mohon masukan para pembaca, koreksi sekecil apapun atas analisis ini akan sangat berharga dan membuat analisis ini menjadi lebih akurat.

BUMN Stabilisasi Harga Produk Perunggasan

Rapat Kementerian Koordinator Bidang PerekonomianJakarta, 13 Mei 2016

Impor Grand Parent Stock (GPS) yang berlebih karena over estimasi perhitungan demand pada tahun 2013-2014 telah mengakibatkan over supply produksi daging ayam.  Persaingan di pasar pun menjadi pincang karena perusahaan integrasi besar juga memasok daging ayam ke pasar trandisional. Usaha peternakan ayam ras pedaging (broiler) sekitar 95% saat ini dikuasai perusahaan integrasi dan hanya 5% peternak mandiri. Sedangkan peternak ayam ras petelur (layer) 100% peternak mandiri. Peternak mandiri  ayam ras pedaging (broiler) sulit bersaing dengan perusahaan integrasi dilihat dari sisi penguasaan sarana produksi dan efisiensi usaha sehingga harga relatif lebih tinggi.

“Kita harus masuk ke hulu industri perunggasan ini. Kita juga harus mulai merancang kebijakan dari sekarang. Jika terus begini persaingan nanti tidak jalan dan kita tidak bisa mulai dengan market yang terlalu pincang,” ujar Menko Perekonomian Darmin Nasution dalam Rapat Koordinasi Terbatas Penyehatan Struktur Industri Peternakan Ayam, Jakarta (13/5/2016). Hadir dalam rapat ini Menteri BUMN Rini M. Soemarno, Menteri Perindustrian Saleh Husin, Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) M. Syarkawi Rauf dan pejabat Kementerian/Lembaga terkait.

Dari hasil pantauan KPPU di bulan Januari-Februari, terjadi disparitas harga yang tinggi untuk komoditas daging ayam. Daging ayam di tangan peternak dihargai Rp 10.000 per kilogram. Sementara harga daging ayam yang berlaku di pasaran berkisar di harga Rp 38.000-Rp 40.000 per kilogram dari harga yang ideal Rp 18.000 per kilogram. Karena itu intervensi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dibutuhkan.

“BUMN harus masuk juga untuk mengimbangi perusahaan yang mendominasi itu,” ungkap Menteri BUMN Rini M. Soemarno.

Sepakat dengan Menteri BUMN, Menteri Perindustrian Saleh Husin mengatakan, “BUMN harusnya mulai masuk dari situ agar tidak berdampak sampai ke harga penjualan nantinya”.

Sebagai tindak lanjut rapat ini, Menko Perekonomian menginstruksikan agar segera dilakukan harmonisasi dan sinkronisasi draft Permentan dan draft Permendag tentang Penataan Keseimbangan Pasar Perunggasan. Selain itu, juga bertemu dengan KPPU beserta perusahaan integrasi yang ada.

Tim Komunikasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian


Pembatasan Peran Swasta

Usaha Ayam Bangkit KembaliPeran swasta dalam tata niaga industri unggas akan dibatasi. Pembatasan ini dilakukan dengan melibatkan lebih banyak peran Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor peternakan. Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Syarkawi Rauf menjelaskan, selama ini pihak swasta khususnya perusahaan peternakan besar menguasai sektor hulu hingga hilir industri unggas. Akibatnya, terjadi penguasaan pasar hanya oleh segelintir pihak. Oleh sebab itu, pihak swasta akan diarahkan untuk menggarap pasar ekspor.

“Sekarang itu data kita 80% dari hulu ke hilir mulai dari pakan, vaksin, dengan unggas sendiri. Ini sangat banyak. Kita sepakat membatasi peran swasta di situ dengan mendorong ke pasar ekspor, sehingga pasar lokal peternak mandiri bisa lebih jaya,” kata Syarkawi usai Rapat Koordinasi Penyehatan Struktur Industri Peternakan Ayam, di kantor Menko Perekonomian, Jumat (13/5/2016).

Selanjutnya, peran swasta itu akan dialihkan ke BUMN peternakan, contohnya seperti PT. Berdikari. Syarkawi menjelaskan, BUMN peternakan akan menggarap mulai dari sektor hulu, khususnya di tahapan unggas great grand parent stock, grand parent stock, parent stock dan DOC. Selain itu, BUMN juga akan masuk ke industri pakan, dan sekaligus membina para peternak lokal melalui program modal inti plasma. Syarkawi menambahkan, peran BUMN di peternakan unggas ini bakal mirip seperti Perum Bulog dalam menangani beras.

“Iya kayak Bulog. Karena mau tidak mau harus seperti itu. Tidak ada pilihan lain karena ada industri ada perusahaan dominan dan ini harus dilawan dengan regulasi yang kuat dan juga BUMN. Tanpa itu susah mengendalikan perusahaan,” kata Syarkawi. Menurutnya, rencana pembatasan peran swasta ini akan dibahas kembali pada 23 Mei nanti. Syarkawi mengatakan, Menteri BUMN, Rini Soemarno telah merespon untuk segera mendesain peran BUMN peternakan dalam industri unggas. “Tanggal 23 (Mei) akan kembali didiskusikan. Menteri BUMN sangat merespons cepat bahkan dia bilang seminggu sudah selesai”, tegasnya.

Mari kita tunggu bersama-sama realisasi dari keputusan tersebut sambil berdoa semoga Alloh SWT melindungi dan memberkahi usaha para peternak unggas rakyat di Indosesia.

DOD Terbaik Di Indonesia

DODDOD atau Day Old Duck semakin dicari dan dibutuhkan dari hari ke hari. Seiring semakin berkembangnya bisnis kuliner mulai dari kelas warung lesehan sampai restoran hotel bintang lima di seluruh Indonesia. Bibit bebek dengan berbagai jenisnya diburu para peternak untuk dibudidayakan sebagai bebek pedaging atau bebek petelur. Keberhasilan beternak bebek di awali dengan adanya DOD yang baik. Maka kami Ardhi Borneo Gemilang melalui arboge.com berusaha membantu para peternak maupun calon peternak dengan menyediakan bibit bebek yang berkualitas dengan harga yang pantas serta wajar.

Induk BebekProses produksi dimulai dari pemeliharaan induk bebek (breeding) yang akan menghasilkan telur-telur berkualitas. Kandang dan lokasi sekitarnya harus dibuat senyaman mungkin bagi induk-induk bebek supaya dapat berkembang biak dengan baik. Kami sengaja membangun kandang yang dekat aksesnya ke sumber air karena bebek adalah unggas air. Sangat penting menyediakan arena air untuk bebek-bebek berenang, terlebih lagi jenis bebek Peking melakukan proses perkawinan di air.

Telur BebekSeleksi telur bebek yang berbobot standar dan dipastikan fertile atau sudah dibuahi adalah proses selanjutnya. Tahapan ini memerlukan kecermatan dan keahlian dari tangan-tangan yang berpengalaman. Kulit telur harus dalam keadaan utuh, licin dan berbentuk oval atau. Bobot telur tetas yang normal antara 60 gr – 65 gr. Telur-telur fertile akan dimasukkan ke mesin penetas sementara telur-telur yang infertile (tidak dibuahi) akan diolah menjadi telur asin atau dijual langsung ke pasar sebagai telur konsumsi.

DOD LahirDiperlukan waktu 28 hari sampai telur-telur itu menetas. Suhu yang ideal untuk penetasan telur itik adalah 38°C dengan kelembapan 65% – 70%. Posisi telur diletakan di dalam mesin tetas dengan kemiringan 40°. Hal ini untuk memudahkan dalam pemutaran telur. Bagian telur yang tumpul harus terletak di atas karena dalam perkembangannya kepala anak bebek akan mengarah ke atas yang ada kantung udaranya. Peneropongan dilakukan untuk membedakan mana telur yang fertile dan steril (infertile). Jika masih ditemukan telur yang steril langsung dikeluarkan dari mesin penetasan.

Memeriksa-DODSetelah menetas sempurna, DOD dikeluarkan dari mesin penetas lalu diletakkan di arena yang diberi jerami kering sebagai alas kaki bebek supaya tak bersentuhan langsung dengan lantai/tanah yang dingin. DOD akan perlu beberapa waktu untuk beradaptasi dengan udara segar dan lingkungan di luar telur. Selanjutnya proses seleksi DOD dengan mutu terbaik dilakukan dengan hati-hati dan teliti sampai nanti siap dimasukkan ke dalam box kardus khusus sampai siap dikirim ke para pemesan dari seluruh penjuru Nusantara dengan ekspedisi kereta api atau pesawat udara.

DOD Hibrida HitamKami juga menyediakan DOD klasifikasi khusus sesuai permintaan pemesan seperti DOD Hibrida Hitam. Ciri-cirinya adalah kaki-kakinya hitam legam. Banyak peternak menyukainya karena berdasar pengalaman pertumbuhannya lebih pesat dengan hasil karkas yang baik dan pasar berani membelinya dengan harga lebih. Tentu saja DOD Hibrida Hitam harganya juga sedikit lebih mahal dibandingan dengan DOD Hibrida biasa. Banyak peminatnya namun jumlahnya terbatas. Namanya juga limited edition! Silakan lihat update harganya di tabel harga.

Pemesanan DOD

Jika Anda ingin memesan DOD dari kami, silakan klik Pemesanan & Konsultasi. Kami siap melayani Anda dengan sepenuh hati.