Pakan Ayam Kampung/Itik Alternatif

Produksi tahu, tempe, tapioka, kecambah, dan penggilingan padi pada umumnya banyak diusahakan sebagai industri kecil dan industri rumah tangga di lingkungan sekitar kita.  Sisa ampasnya masih banyak yang dipasarkan mentahan belum diolah menjadi komoditi produk yang memiliki nilai tambah. Kadang ampas pada musim penghujan  tidak laku dijual dan membusuk menjadi kotoran yang menimbulkan bau yang tidak sedap. Begitu juga sisa-sisa limbah sayuran pasar setiap hari hanya menimbulkan kotoran, belum termanfaatkan dan jumlahnya cukup banyak. Bahan-bahan untuk membuat 20 kg ransum basah adalah sebagai berikut: Dedak 3 kg Ampas (tahu, kelapa, singkong) 3 kg/masing-masing bagian Sisa-sisa tanaman dan hijauan 4 kg Tepung tapioka ½ kg Garam dapur 100 gr Air rendaman kapur 100 cc Air bersih 10 liter   Kandungan Ransum Basah:  Serat – karbohidrat – protein – garam – dan air . Untuk membuat ransum … Lanjutkan membaca

Avispro Memberi Kebahagiaan Peternak Puyuh Tulungagung

Baru saja advertorial tentang Avispro ditayangkan beberapa jam, kami mendapat sebuah e-mail yang sudah Anda baca di atas. Sengaja tampilannya diambilkan (copy-paste) dari format asli emailnya sebagai bukti keotentikan kabar ini. Peternak puyuh yang bernama Erfan Efendi beralamat di RT 001 RW 014 Dusun Panggungploso, Desa Sumberagung, Kec. Rejotangan, Tulungagung awalnya adalah pemakai Promix untuk meningkatkan efektifitas penyerapan nutrisi pakan. Beliau mendapatkan informasi tentang produk-produk kami dari situs ini. Jadilah dipesan beberapa kilogram. Beberapa minggu setelahnya (sekitar 3 minggu yang lalu), saya coba menelepon beliau untuk menanyakan kabar perkembangan usaha ternak puyuhnya. Kesempatan ini pula saya iseng-iseng manfaatkan untuk mengenalkan produk baru yaitu Avispro (padahal saat itu Avispro belum siap, propolis masih didatangkan, label belum naik cetak…sekedar iseng saja, tanpa target, paling-paling jawabannya ‘oke, pak..terima kasih infonya’ ). Walah, ternyata beliau langsung menyatakan,”Saya pesan satu box, … Lanjutkan membaca

Antibiotik Alami Khusus Unggas Pertama Di Indonesia

Telah lama resistensi antibiotik telah menjadi masalah di dunia kesehatan, di mana penggunaan obat secara berlebihan dapat mengembangbiakkan bakteri yang mengakibatkan penularan yang parah, bahkan kemungkinan tidak dapat diobati. Pemakaian yang berlebihan dan penyalahgunaan antibiotik pada unggas dan ternak di seluruh dunia juga dapat mempengaruhi kekebalan manusia terhadap obat-obatan yang menimbulkan kekhawatiran akan sulitnya menanggulangi berbagai penyakit menular karena hilangnya keakuratan efektifitas dari teori sebelumnya. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Massachusetts-based Union of Concerned Scientists menemukan bahwa tetracycline, penisilin, erythromycin, dan antimicrobial lainnya yang bermanfaat bagi manusia digunakan secara luas karena ketiadaan penyakit untuk non-terapi dalam produksi ternak. Industri tidak hanya menggunakan antibiotik untuk mengendalikan tingkatan penyakit namun juga menggunakan antibiotik untuk menaikkan tingkat pertumbuhan dan ukuran bobot ternak. tingkat stres, kepadatan tinggi, dan kondisi kurang sehat yang ada dalam peternakan membantu berkembangnya berbagai penyakit maka perlu penggunaan antibiotik tinggi. Kenyataan ini … Lanjutkan membaca