Workshop Pakan Unggas (WPU)

Kami arboge.com bekerja sama dengan CV. Mukti Abadi, akan menyelenggarakan workshop pembuatan pakan unggas dengan konsep diferensial. Harga bersahabat, kualitas hebat. Tantangan terberat bagi peternak unggas tahun 2019 ini dan yang akan datang adalah semakin mahalnya bahan baku pakan. Utamanya jagung padahal porsi penggunaan jagung bisa lebih dari 50%. Tetapi masih ada jalan untuk menghadapi tantangan berat tersebut, yaitu dengan cara : Substitusi sebagian kebutuhan jagung, bisa sampai setengahnya;Pengawetan jagung agar bisa disimpan lama (pembelian jagung saat panen raya yang harganya sedang murah);Membuat pakan unggas dengan konsep Pakan Diferensial, “Harga Bersahabat, Kualitas Hebat dengan harga kompetitif. Feed intake sedikit, tapi cukup. Tempatnya di RM. Lestari, Jl. RA. Kartini, nomor 14-16, Jember, Jawa Timur. Pada hari Minggu, 3 Maret 2019.Pukul 08:00 – 16:00 WIB/selesai. Setelah mengikuti workshop, diharapkan peserta menjadi paham dan bisa membuat atau memodifikasi … Lanjutkan membaca

Pelengkap Dan Imbuhan Pakan Ternak

Untuk menyusun pakan ternak, diperlukan sejumlah bahan baku pakan. Baik dari hasil pertanian, perkebunan dan industri yang dikenal juga dengan istilah bahan baku pakan MAKRO, yakni : > Jagung; > Dedak; > Katul; > Bungkil kacang kedelai; > Bungkil kelapa sawit; > Polar gandum; > Tepung ikan; > Tepung gaplek; > Tepung tulang dan daging (MBM); > Corn gluten meal (CGM); > Corn gluten feed (CGF); > Bungkil kelapa kopra; > Rapeseed; > DCP atau MCP; > Tepung batu kapur (limestone); > Menir batu kapur (grit); > Ampas tahu; > Ampas bir; > Ampas kelapa; > Ampas singkong (onggok); > Molase (tetes tebu); > Dan lain-lain, masih banyak ragamnya, >50 item. Di samping itu juga diperlukan bahan baku pakan MIKRO yang diberikan dalam jumlah kecil dengan berbagai tujuan yang sering disebut PELENGKAP dan IMBUHAN PAKAN. … Lanjutkan membaca

Swasembada Peternakan

Yang akan datang, pada era Kabinet Indonesia Kerja : “Visi Dan Misi Kementerian Peternakan Dan Kesehatan Hewan”. Kalau mau bisa segera swasembada peternakan dalam tempo sesingkat-singkatnya, maka harus ada political will dari pihak pemerintah dimana nanti mesti ada persetujuan dari DPR. Langkah-langkah strategisnya sebagai berikut : 1. Revisi lagi Undang-Undang Peternakan dan Kesehatan Hewan tahun 201, pasal-pasal yang masih berbau Neo Liberal (pro pasar) harus dikurangi, diganti menjadi pro rakyat; 2. Dibentuk Kementerian Peternakan dan Kesehatan Hewan. Yang ditunjuk dan diangkat jadi Menteri-nya adalah orang yang benar-benar berkompeten di bidang peternakan dan kesehatan hewan. Targetnya 5 tahun harus sudah mampu minimum swasembada di bidang peternakan. Bila sesuai Undang-Undang jatah kementerian sudah mentok, mesti ada kementerian yang dilikuidasi atau dimerger; 3. Dibentuk BUMN pembibitan ternak dan/atau unggas untuk menghasilkan bibit unggul dan nantinya bisa disebarluaskan ke … Lanjutkan membaca