Analisa PINSAR: Harga Ayam Turun Karena Panic Selling – Bukan Karena Over Suplai

Analisis PINSAR edisi Sabtu, 20 September 2014
Selamat Siang Peternak Ayam Broiler

TOPIK:
Harga Ayam Turun Karena Panic Selling – Bukan Karena Over Suplai

Logo Pinsar

Selamat siang peternak/pimpinan PT/marketing semua, mari kita diskusikan situasi suplai ayam besar saat ini.

Poin diskusi:
1. Perbandingan grafik suplai berdasarkan angka produksi DOC  bulan Agustus/September 2014, saat ini suplai ayam hanya sekitar 35 juta ekor/minggu, jauh di bawah jumlah ayam bulan Juni lalu.

2. Angka pengurangan produksi DOC:
4-9 Agustus dikurangi 25%
11-16 Agustus dikurangi 25%
18-23 Agustus dikurangi 25%
25-30 Agustus dikurangi 35%
1-6 September dikurangi 35%
8-13 September dikurangi 30%
15-20 September dikurangi 30%
22-27 September dikurangi 30%

3. Apa alasan panik? Pasokan DOC menurun banyak, ayam yang terlambat pertumbuhannya akan membuat ayam besar semakin menurun jumlahnya.

4. Mari kita menghitung jumlah ayam besar ukuran 1,5 kg s.d 2,0 kg ke atas, jumlahnya tidak sebanyak biasanya.

5. Harga ayam hidup 18.000/kg, harga di konsumen hanya sekitar 30.000/kg, posisi yang saling menguntungkan antara peternak, pedagang dan konsumen.

Kesimpulan:
1. Para pimpinan bersama marketing dan peternak, harus segera bersama sama hentikan kepanikan, kembalikan harga ayam ke atas 18.000/kg.

2. Suplai DOC harus dijaga terus posisi pengurangannya minimal 30% terus sampai akhir tahun.

3. Adakan sarasehan/pertemuan semua peternak dan PT besar segera.

Mohon masukan dan kritik atas analisis di atas. Terima kasih atas dukungan semua PT dan peternak.

(PINSAR milik semua PETERNAK, untuk semua PETERNAK)

Posted in Analisis PINSAR, Ayam Broiler, Solusi | Tagged , , , | Leave a comment

Bahaya Mikotoksin Pada Ternak Ayam

Mikotoksin bisa dimaknai sebagai zat metabolit sekunder yang dihasilkan oleh jamur dan bersifat racun (toksik). Saat terkonsumsi ayam, produktivitas ayam akan menurun, baik berupa hambatan pertumbuhan, penurunan produksi telur atau bahkan kematian. Tidak hanya itu, zat metabolit ini juga berperan sebagai immunosuppressant, yakni agen yang mampu melemahkan sistem kekebalan tubuh maupun menjadikan respon tubuh dalam pembentukan antibodi hasil vaksinasi kurang optimal. Akibatnya tubuh ayam menjadi lebih mudah terinfeksi bibit penyakit.

Jenis Mikotoksin

Aflatoksin merupakan salah satu contoh jenis mikotoksin yang paling banyak dibicarakan di Indonesia, meski sebenarnya masih ada lebih dari 300 mikotoksin (Dr Simon M Shane). Tabel 1 menunjukkan beberapa mikotoksin yang relatif sering dijumpai.

Mikotoksin dapat muncul sepanjang alur pengadaan ransum, mulai penanaman, panen sampai penyimpanan. Bisa jadi sebelum bahan baku ransum dipanen, sudah terkontaminasi mikotoksin. Fusarium, penghasil mikotoksin jenis zearalenone, trichothecenes, fumonisin, merupakan contoh jamur yang paling sering mengkontaminasi selama masa penanaman. Sedangkan jamur yang sering mengkontaminasi selama di gudang penyimpanan ialah Aspergillus dan Penicillium yang menghasilkan aflatoksin dan ochratoksin.

Berdasarkan data survei mikotoksin di Asia Tenggara (Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand dan Vietnam) pada 2009, menunjukkan bahwa aflatoksin B1 dan fumonisin paling sering ditemukan mengkontaminasi bahan baku ransum (jagung, gandum, bekatul, bungkil kedelai, corn gluten meal, DDGS) maupun ransum jadi dengan persentase sampel positif mencapai 52% dan 58%. Inilah yang menjawab pernyataan kenapa aflatoksin paling familiar di peternak kita.

Jenis Mikotoksin

Bahaya Mikotoksin

Ayam pedaging yang mengkonsumsi ransum terkontaminasi mikotoksin terbukti pertumbuhannya terhambat. Hal ini setidaknya pernah dibuktikan dari percobaan yang dilakukan oleh Jones et al. (1982) pada Tabel 2. Terlihat semakin besar konsentrasi aflatoksin, pertumbuhan ayam menjadi terhambat.

Tabel 2. Pengaruh Aflatoksin terhadap Performan Ayam Pedaging

Parameter

Sumber : Jones et al., 1982

Begitu pula pada ayam petelur. Adanya kontaminasi mikotoksin akan mengakibatkan penurunan produksi telur, baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Kasus “blood spot” dapat dipicu karena aflatoksin. Kualitas kerabang telur juga menurun karena aflatoksin akan menghambat proses konversi vitamin D3 yang terkandung dalam ransum menjadi bentuk aktif. Adanya mikotoksin ini akan mengakibatkan penurunan kadar protein serum, lipoprotein dan karotenoid.

Blood Spot

Kasus “blood spot” karena aflatoksin

(Sumber : WATT Poultry)

Bintik Paru

Bintik-bintik putih pada paru-paru karena serangan spora Aspergillus

(Sumber : ThePoultrySite)

Bursa Fabrisius

Ukuran bursa Fabricius lebih kecil (b) akibat aflatoksin dibandingkan normal (a)

(Sumber : Anonimous)

Kematian akibat mikotoksin juga bukan suatu keniscayaan. Hal ini seringkali disebabkan kerusakan organ-organ vital ayam, seperti paru-paru, kantung udara, hati maupun ginjal. Selain itu, efek immunosuppressive juga mengakibatkan sistem pertahanan tubuh ayam lemah (mudah terinfeksi penyakit) dan pembentukan titer antibodi hasil vaksinasi menjadi kurang optimal.

Pembengkakan Ginjal Ayam

Ochratoksin mengakibatkan ginjal bengkak dan pucat

(Sumber : ThePoultrySite)

Yang Mesti Kita Lakukan

Kerugian yang besar akibat kontaminasi mikotoksin ini memaksa kita melakukan berbagai upaya untuk mencegahnya. Yah, untuk kasus mikotoksin pencegahan tumbuhnya jamur menjadi langkah awal terpenting yang harus kita lakukan.

Mengapa? Saat jamur telah tumbuh pada bahan baku pakan maka bisa dipastikan mikotoksin telah terbentuk. Dan lagi, untuk membasmi jamur sangatlah mudah, misalnya dengan pemanasan, namun tidak demikian dengan mikotoksin yang memerlukan treatment yang lebih banyak, baik perlakuan fisik, kimia maupun biologi, sehingga kurang efisien.

Beberapa langkah pencegahan yang bisa kita lakukan :

Melakukan pemeriksaan kualitas bahan baku secara rutin, terutama saat kedatangan bahan baku atau ransum. Hendaknya kita tidak segan untuk mereject jika ditemukan ransum yang terkontaminasi jamur, mengingat fenomena jamur ini seperti fenomena gunung es. Selain itu, pastikan kadar airnya tidak terlalu tinggi, > 14% sehingga bisa menekan pertumbuhan jamur
Atur manajemen penyimpanan bahan baku ransum. Berikan alas (pallet) pada tumpukan bahan baku dan atur posisi penyimpanan sesuai dengan waktu kedatangannya (first in first out, FIFO). Perhatikan suhu dan kelembaban tempat penyimpanan. Hindari penggunaan karung tempat ransum secara berulang dan bersihkan gudang secara rutin. Saat ditemukan serangga, segera atasi mengingat serangga mampu merusak lapisan pelindung biji-bijian sehingga bisa memicu tumbuhnya jamur
Saat kondisi cuaca tidak baik, terutama musim penghujan, tambahkan mold inhibitors (penghambat pertumbuhan jamur), seperti asam organik atau garam dari asam organik tersebut. Asam propionat merupakan mold inhibitors yang sering digunakan
Saat jamur dan mikotoksin telah ditemukan mengkontaminasi ransum, beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk menekan efek mikotoksin ini antara lain :

Membuang ransum yang terkontaminasi jamur dengan konsentrasi tinggi, mengingat mikotoksin ini sifatnya sangat stabil;
Jika yang terkontaminasi sedikit, bisa dilakukan pencampuran dengan bahan baku atau ransum yang belum terkontaminasi. Tujuannya tidak lain untuk menurunkan konsentrasi mikotoksin. Namun yang perlu diperhatikan ialah bahan baku ini hendaknya segera diberikan ke ayam agar konsentrasi mikotoksin tidak meningkat
Penambahan toxin binder (pengikat mikotoksin), seperti zeolit, bentonit, hydrate sodium calcium aluminosilicate (HSCAS) atau ekstrak dinding sel jamur. Antioksidan, seperti butyrated hidroxy toluene (BHT), vitamin E dan selenium juga bisa ditambahkan untuk mengurangi efek mikotoksin, terutama aflatoksin, DON dan T-2 toxin
Suplementasi vitamin, terutama vitamin larut lemak (A, D, E, K), asam amino (metionin dan penilalanin) maupun meningkatkan kadar protein dan lemak dalam ransum juga mampu menekan kerugian akibat mikotoksin.
Mikotoksin ternyata mampu menurunkan produktivitas ayam, bahkan menjadikan ayam rentan terserang penyakit (immuno-suppressive). Oleh karena itu, sudah selayaknya kita melakukan antisipasi terhadap kehadirannya.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Posted in Ayam Broiler, Ayam Kampung, Ayam Petelur, Itik/Bebek, Solusi | Tagged , , , , , , | Leave a comment