Kenyataan di lapangan jarang peternak ayam petelur mandiri yang menyiapkan pullet sendiri terkecuali peternakan skala besar yang merupakan suatu organisasi usaha dari hulu ke hilir pasti menyiapkan pullet secara kontinyu untuk keperluan intern maupun untuk dijual. Ketelitian peternak pembeli pullet atas kualitas pullet sangat menentukan produktifitas layer pada saatnya nanti. Falsafah Jawa seperti judul di atas penulis angkat sebagai tolok ukur tergamblang kualitas pullet. Kebanyakan peternak layer terlena oleh nama besar perusahaan penyedia pullet yang diyakini selalu menjaga kualitas produk dan brand nya. Namun jangan lupa bahwa semua kegiatan ini melibatkan manusia dengan berbagai karakter dan kepentingan. Maksudnya tetap ada kemungkinan ketidakbenaran dan ketidakcocokan antara mutu yang dijanjikan dengan kenyataan. Bukan curiga tapi mengajak para peternak waspada dan jangan mudah percaya tanpa pengawasan. Sekitar 2 minggu yang lalu, Jaya Karya Farm meminta bantuan penulis untuk … Lanjutkan membaca
Tingginya kewaspadaan konsumen terutama di negara-negara maju akan makanan yang dikonsumsi terutama makanan yang berasal dari produk hewani mengilhami para nutritionist menciptakan makanan ternak yang tidak hanya mencukupi kebutuhan nutrisi (energi, asam amino, vitamin, dan mineral) bagi ternak itu sendiri tetapi juga keamanan bagi konsumen terhadap makanan yang dikonsumsi (daging, telur, dan susu). Penggunaan antibiotik atau antimikrobial sebagai bahan aditif dalam pakan ternak telah berlangsung lebih dari 40 tahun. Senyawa antibiotik tersebut digunakan sebagai growth promotor dalam jumlah yang relatif kecil namun dapat meningkatkan efisiensi pakan (feed efficiency) dan reproduksi ternak sehingga dengan penggunaan bahan aditif tersebut peternak dapat memperoleh keuntungan lebih. Namun, akhir-akhir ini penggunaan senyawa antibiotik mengalami penurunan dan bahkan di beberapa negara telah melarang penggunaan antibiotik sebagai bahan aditif dalam pakan ternak, hal ini disebabkan karena dua faktor utama. Pertama, kemungkinan hadirnya … Lanjutkan membaca
Fokus Infovet edisi 164 Maret 2008 ( Harga pakan terus merangkak naik. Harga jual hasil produksi daging dan telur tidak kunjung baik. Gairah para peternak sedang lesu. Meski demikian sebenarnya ada peluang besar jika saja dapat memanfaatkan pada saat ini. Jika saja peluang itu dapat diraih, maka akan kembali menggairahkan perunggasan dalam negeri. Inilah aneka kiat peternak.) Sudah menjadi realita yang dialami para peternak ayam potong dan petelur, bahwa awal tahun 2008 ini terhimpit dalam situasi yang kurang menyenangkan. Harga pakan terus merangkak naik, sementara harga jual hasil produksi yang berupa daging dan telur tidak kunjung baik. Kesepakatan untuk memangkas produksi bibit (DOC) nampaknya tidak juga mampu menolong mereka, bahkan satu persatu pelaku perunggasan memilih mengurangi populasinya. Sangat nyata sekali dirasakan di lapangan, dengan salah satu indikatornya adalah omset penjualan vaksin dan obat-obatan serta vitamin … Lanjutkan membaca