Anak Jalanan Sukses Menjadi Peternak Ayam Broiler Mandiri Di Tasikmalaya

Dari Terminal Indihiang sebuah bus mini mengantar kami menelusuri jalan menuju daerah selatan Kabupaten Tasikmalaya. Jalan naik turun berkelok-kelok dengan pemandangan khas alam pedesaan di kanan-kiri. Memakan waktu sekitar 3 jam perjalanan untuk sampai di Kecamatan Cikatomas, yang sempat kami kira sudah sampai saking jauhnya, ternyata belum. Masih sekitar 45 menit lagi untuk menuju Kecamatan Panca Tengah tempat peternak kita kali ini dengan jalan yang aspalnya tinggal 5% penuh kubangan air yang saking lebar dan dalamnya kerbau pun bisa berendam.

Peternak ayam broiler yang Ardhi Borneo Gemilang kunjungi kali ini pada 8 Mei 2013 adalah Bapak Ramdan Usman beralamat di Kampung Cirarese, Desa Tawang, Kecamatan Panca Tengah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Dari penuturannya, Usman saat bujangan merantau ke ibukota sebagai anak jalanan kerja serabutan. Itu masih berbekas dari penampilannya yang sampai sekarang kelihatan, berambut gondrong dikuncir di belakang. Setelah menikah, dia mulai berusaha beternak ayam broiler dengan sistem makloon (kemitraan) sampai akhirnya memutuskan untuk beternak mandiri modal sendiri beberapa periode terakhir ini. Keinginannya untuk berhasil akhirnya mempertemukan Pak Usman dengan produk-produk Ardhi Borneo Gemilang melalui informasi online yang diaksesnya dari handphone.

Kedatangan kami didorong oleh cerita Pak Usman bahwa ayamnya sembuh dari sakit ngorok plus bengkak-bengkak kepala seperti petinju Rahman Kili Kili yang babak belur, katanya, dengan produk PronTech. Dan takjubnya, setelah sembuh dari sakit selama 10 hari itu, ayamayamnya ‘berlari kencang’ mengejar bobot yang tertinggal. Saat dilakukan sampling timbang bobot ayam umur 25 hari didapati rata-rata bobot sudah 1,1 kg/ekor. “Sesuatu yang mengherankan buat ayam yang 10 hari sakit, tapi menjadi masuk akal juga karena ayamayam saya beri minum larutan Zipromax yang mengandung Omega 3, ayam mungkin menjadi cerdas dan mengerti kesusahan peternaknya kalau bobotnya ringan…he…he…he,” gurau Pak Usman.

Kandang ayam saya sekarang tidak bau dan bersih dari lalat sejak saya pakai Protexol dan Toxilat,” lanjutnya. Pak Usman, istri dan anaknya sering makan, minum bahkan tidur di dalam kandang ayam tanpa lagi terganggu bau maupun jijik pada lalat yang berkerumun. Pernyataan Pak Usman diiyakan para tetangga yang ikut berbincang-bincang bersama kami di teras rumahnya yang sejuk dan dikelilingi kebun manggis itu. (Saksikan videonya di Video Ardhi Borneo Gemilang berjudul ‘PronTech Broiler Tasik’)

Hari menjelang sore saat kami berpamit untuk kembali, sambil berjabat tangan akan berpisah, Pak Usman melepas kami sambil mengatakan,” Rasanya seperti mimpi saya peternak kecil di kampung di pelosok Tasikmalaya dikunjungi pemilik Ardhi Borneo Gemilang yang datang dari nun jauh di ujung Jawa Timur, terima kasih”. Terharu, bahagia, syukur ke hadirat Alloh SWT membuncah di dada merasakan bahwa keberadaan Ardhi Borneo Gemilang dan arboge.com telah membawa banyak manfaat bagi banyak peternak. Selamat tinggal Pak Usman, semoga usaha peternakan ayam broilernya semakin maju dan berkembang.

Comments are closed.